tolong datangmu jangan seperti hujan
karena itu akan memberhentikan langkahku
setiap kau pegang arloji
kau seenaknya seperti datang dan pergi
terkadang hujan akan menjadi simbol kenangan
namun bagiku tidak
hujan menandakan bahwa diriku harus berhenti
namun rasa yang tumbuh ini
seperti letupan indahnya tahun baru
kau datang dengan semburat senyum
namun tak kala kau gores pilu
sekuat apapun diriku memandangmu
itu tak kalah kuat juga dengan kau tutup mataku
kau berusaha berhentikan ku
dengan tingkah lucumu
terkadang lucu tak selamanya mencucurkan senyuman
bahkan sebaliknya lucu berikan aku lava panas dalam kepalaku
namun hatiku tetaplah untukmu
sampai akhirnya aku merasa tak ada hati lagi.
Karya: Septi Kuntarsih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar